Senin,30/4/2018. Makassar, Sulawesi Selatan.
Salah satu peserta pemenang juara yang ikut lomba dalam acara lomba Makeup 2018, yang mana tampil memukau para dewan juri sehingga mendapatkan juara dalam event yang dilakukan oleh New Makassar Mall(NMM) ,digedung lantai duanya Minggu,29/04.
Saat dewan juri membacakan para pemenang diatas panggung dimana nama dan nomor pesertanya diumumkan sungguh sangat bersyukur dan gembira nya baik dirinya maupun keluarganya.
Dirinya adalah pipik (17) salah satu siswa yang bersyukur dan bersemangat karena nama periasnya dan nomornya disebut sebagai pemenang juara kedua , inilah pipik saat ditemui setelah turun dari panggung menerima hadiahnya mengucapkan puji syukur dan senang, sangat bersyukur dan senang bisa jadi juara meskipun hanya juara kedua,ungkapnya siswi yang masih sekolah di SMA 14 Gowa ini.
Ditambahkan dan ini saya bisa termotivasi lagi kembali akan ikut pada event event selanjutnya jika ada lagi gelar acara berikutnya ,adapun menurutnya Kiki punya tantea yang punya salon dirumahnya yang diberi nama salon Yana nama tantenya sendiri yang telah meriasnya, "iyye ini tante saya punya salon yang bernama salon Yana yang tadi merias saya sendiri " beber siswi yang tinggal diperumahan dibelakang Gedung KaleGowa , Pallangga, Kab.Gowa.(Ki/Mir)
Minggu, 29 April 2018
TNI-Polri Siap Dukung ASIAN GAMES XVIII 2018
Senin,30/4/2018.Gowa, Sulawesi Selatan.
Indonesia kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini merupakan kali kedua bagi Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Di hajatan olahraga se-Asia ini akan diikuti lebih dari 20 negara.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 tersebut, dibawah kepemimpinan Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi., Polres Gowa menggelar spanduk “TNI-POLRI SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES XVIII 2018” dibeberapa titik strategis yang ada di wilayah Kabupaten Gowa pada Kamis (26/04).
Pemasangan spanduk ini merupakan salah satu bentuk dukungan Polres Gowa terhadap pelaksanaan Asian Games 2018, juga sebagai sarana untuk mengajak masyarakat mendukung hajatan olahraga terbesar se-Asia ini yang dilaksanakan hanya 4 tahun sekali dengan bersama-sama menjaga situasi dan kondisi kamtibmas tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
Tak hanya itu, melalui spanduk ini dimanfaatkan Polres Gowa untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI-POLRI selalu kompak dan saling bersinergi dalam mengamankan dan mensukseskan setiap kegiatan yang diselenggarakan.
“Semoga pelaksanaan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” kata Akbp Shinto Silitonga.
Indonesia kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini merupakan kali kedua bagi Indonesia menjadi tuan rumah setelah tahun 1962. Di hajatan olahraga se-Asia ini akan diikuti lebih dari 20 negara.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 tersebut, dibawah kepemimpinan Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi., Polres Gowa menggelar spanduk “TNI-POLRI SIAP MENSUKSESKAN ASIAN GAMES XVIII 2018” dibeberapa titik strategis yang ada di wilayah Kabupaten Gowa pada Kamis (26/04).
Pemasangan spanduk ini merupakan salah satu bentuk dukungan Polres Gowa terhadap pelaksanaan Asian Games 2018, juga sebagai sarana untuk mengajak masyarakat mendukung hajatan olahraga terbesar se-Asia ini yang dilaksanakan hanya 4 tahun sekali dengan bersama-sama menjaga situasi dan kondisi kamtibmas tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
Tak hanya itu, melalui spanduk ini dimanfaatkan Polres Gowa untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI-POLRI selalu kompak dan saling bersinergi dalam mengamankan dan mensukseskan setiap kegiatan yang diselenggarakan.
“Semoga pelaksanaan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif,” kata Akbp Shinto Silitonga.
Apa Yang Dilakukan Polsek Baru Pallangga?Inilah Kisahnya...
Pada Jumat (27/04) sekitar pukul 17.00 wita, selesai press conference kasus curas, Kapolsek Pallangga Akp Saenal Azis, SH yang baru 3 hari menjabat, merasa tidak tega melihat tahanan di Polsek terutama yang mengalami sakit.
Akp Saenal Azis terpanggil untuk memberi bantuan moril agar tahanan tidak mengulangi perbuatannya kembali. Pasca menasehati dan memberikan pencerahan agama Akp Saenal Azis memberikan makanan dengan langsung menyuap tahanan tersebut sebagai bentuk kasih sayang dan solidaritas sesama manusia di mata Allah.
Sifat kepedulian ini patut dicontoh karena menjadi representasi saling mengasihi manusia di dunia. Inilah makna dari kehidupan beragama sesuai dengan kaidah Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga SIK., MSi, salut kepada perilaku Kapolsek Palangga yang peduli dengan sesama karena hal yang demikian merupakan cermin keteladanan seorang pemimpin. "Perlahan tapi pasti, paradigma Polri melayani mulai terlihat dalam kegiatan para Kapolsek," tutup Akbp Shinto Silitonga.(Ki/Tam)
Inilah Cerita Detik-detik Penyanderaan Guru Di Papua
Senin,30/4/2018.Timika,Papua.
Beberapa waktu lalu, TNI berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi para guru yang menjadi korban penganiayaan, penyiksaan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh KKSB Papua, salah satu guru Kampung Aroanop, Rano Samsul yang merupakan salah satu korban kekerasan KKSB kembali menjelaskan secara detail kejadian penyanderaan para guru ini, Jumat (27/04).
Saat dikonfirmasi, Rano menjelaskan dari awal kejadian penyanderaan guru hingga akhir secara rinci.Rano menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 13 April 2018, pada pukul 13.00 WIT, proses belajar mengajar sudah berakhir dan para guru ini kembali ke rumah masing-masing. Untuk para guru perempuan sedang memasak untuk mempersiapkan makan malam, sedangkan para guru laki-laki sudah beristirahat.
Jumlah para guru ini terdiri dari 4 guru perempuan dan 4 guru laki-laki.“Pada saat itu juga, para guru perempuan mengetuk rumah para guru laki-laki dan mengatakan bahwa ada masyarakat tetapi guru ini tidak mengenali masyarakat tersebut. Lalu saya langsung keluar dan menyapa masyarakat tersebut tetapi mereka membalas dengan nada yang keras dan tidak enak didengar,” jelas Rano.
Tak selang lama, masyarakat ini (KKSB) seketika menghampiri para guru dan menodong para guru menggunakan senapan. Para guru laki-laki dan perempuan langsung dipisahkan oleh KKSB. “Kami guru laki-laki dan perempuan dipisahkan, guru perempuan dipisahkan didalam rumah, sedangkan saya sendiri ada di depan teras rumah, tak selang lama 3 guru laki-laki lain yang tinggal di rumah lain dikumpulkan menjadi satu bersama saya yang digiring dengan todongan senjata,” ungkapnya.
Para guru ini dusuruh berlutut dan menghadap ke lantai supaya para guru ini tidak melihat wajah para KKSB yang sedang menodong mereka. Sebelumnya memang para guru ini tidak pernah mengenal mereka dan wajah KKSB ini sangat asing bagi para guru.
“Meraka sangat asing bagi kami disini, karena kita tidak pernah melihat mereka. Mereka datang ke kampung kami kurang lebih 20 orang dimana mereka semua menggunakan senjata api,” ujarnya.
Rano dan ketiga guru laki-laki tidak mengetahui apa yang dilakukan KKSB ini kepada 4 guru perempuan di dalam rumah. Mereka hanya mendengar suara teriakan dan suara pukulan.
“Kami mendengar suara jeritan dari guru perempuan dari dalam dimana saya sempat melihat ada guru perempuan yang mendapat pukulan oleh KKSB,”katanya.
Selang 30 menit kemudian, terdapat salah seorang masyarakat dari kampung sebelah yang datang dan menjelaskan kepada KKSB bahwa yang mereka siksa dan sandera itu adalah guru dan mereka mengajar anak-anak sekolah di kampung Aroanop. Tetapi masyarakat ini juga ditodong dengan senjata.Para guru ini menerima penyiksaan, pemukulan hingga kekerasan seksual yang dilakukan KKSB. Mereka tidak segan-segan untuk menyiksa.
“Kami disandera selama 45 menit, kami juga tidak tahu apa tujuan mereka datang kesini, mereka merampas harta benda kami, 10 buah HP, 4 Laptop mereka bawa hingga makanan yang kami punya juga mereka bawa,”jelasnya kembali.KKSB lalu pergi meninggalkan kampung Aroanop dan menuju Kampung Jagamin dimana kampung tersebut juga ada guru pengajar juga.
“KKSB ini menunggalkan Kampung Aroanop dan menuju ke Kampung Jagamin, ada guru juga disana tetapi mereka tidak menyiksa guru di Kampung Jagamin. Saya melihat 4 guru wanita yang sudah disiksa didalam, dan ada yang luka parah di muka dan memar di bagian tubuh,” ungkapnya.Kemudian para guru ini diungsikan di rumah Bapak Kepala Desa. Mereka mengungsi disana selama 1 minggu.
“Kami diungsikan dirumah Kepala Desa karena kami juga sedang menunggu anak-anak murid kelas 6 akan melaksanakan ujian kelulusan dan anak-anak kelas lain akan melaksanakan ujian kenaikan kelas,” ungkapnya lagi.Selama 1 minggu mereka mengungsi, pada tanggal 19 April 2018, anggota TNI masuk ke kampung Aroanop untuk mengamankan masyarakat dan akan mengevakuasi para guru yang ada di rumah Bapak Kepala desa maupun para guru di Kampung Jagamin.
Para guru dan masyarakat dikumpulkan di satu tempat oleh TNI untuk proses pengamanan, selanjutnya para guru dievakuasi ke Timika menggunakan Heli.Total keseluruhan guru yang dievakuasi pada saat itu sebanyak 18 orang terdiri dari 7 guru perempuan dan 11 guru laki-laki.“Kami dievakuasi oleh TNI menuju Timika dimana kloter pertama 7 guru perempuan dan kloter kedua 6 guru laki-laki,”jelasnya.
Sedangkan 5 orang guru masih tinggal di Kampung Aroanop untuk menunggu evakuasi selanjutnya.Pada tanggal 20 April 2018, TNI akan melakukan evakuasi kembali tetapi tertunda dikarenakan cuaca pada saat itu tertutup kabut. Akhirnya pada tanggal 21 April 2018, 3 guru berhasil dievakuasi ke Timika dan 2 guru sisanya tinggal karena 2 guru tersebut adalah warga Kampung Aroanop.
Sesampainya di Timika, para guru pengajar ini langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan fisik maupun psikologi hingga saat ini.Mereka menyesalkan bahwa mereka tidak bisa menemani anak murid yang akan melaksanakan ujian. Tetapi tekad mereka untuk kembali mengajar di Kampung Aroanop dan Jagamin sangat tinggi.
“Kami merasa sedih tidak dapat menemani anak murid untuk melaksanakan ujian, tetapi saya bersyukur dan berterimakasih yang sangat tinggi kepada TNI, karena telah menggantikan kami sebagai guru pengajar disana,”tutupnya.
Autentikasi Kapendam XVII/Cenderawasih ,Kolonel Inf Muhammad Aidi
(Ki/M.A)
Pembobol Tembok Jeruji Tertangkap Resmob Polsek Makassar
Senin,30/4/2018.
Makassar, Sulawesi Selatan.
lima dari enam tahanan yang kabur di tangkap di Kalimantan Timur tepatnya di kilometer 2 jalur yang menuju Samarindah, kami hanya berdua melakukan tugas penangkapan ini bersama Aiptu Abdul Rais,
tentu penangkapan ini tak lepas dari informasi masyarakat terkait keberadaan pelaku ujar Ipda Saypul basir panit 2 Resmob Polsek Makassar,
diketahui tahanan yang kabur dengan cara bobol tembok sebanyak enam orang lima sudah tertangkap satu lagi masih buron yakni kabur ke Sulawesi Tenggara ( Kendari ) kami sudah perintahkan Kanitres Iptu Heriyanto dan Bripka Rampa ke tempat pelarian tersangka ( Kendari red ) ungkap Kapolsek .
Di beritakan sebelumnya enam tahanan kabur di polsek makassar dengan cara bobol tembok pkl 1.20 malam 11/4/2018.
Dalam 1X24 jam empat sudah kami tangkap sedangkan dua kabur dan syukurlah satu lagi sudah tertangkap hari ini , sisa satu lagi ungkap kapolsek dengan wajah berseri seri di depan awak media.
Di tambahkan tahanan yang tertangkap di Kalimantan Timur adalah kasus narkoba dan yang di Kendari yang belum tertangkap dengan kasus yang sama, ini suatu pembelejaran buat kami kedepannya agar selalu berhati hati dalam hal pengawasan, dan kami akan mengawasi tiap dua jam akan kami periksa luar dalam sel itu sendiri tutup kapolsek Kompol Usman di depan awak media .(Ki/rus)
Langganan:
Postingan (Atom)




